Konfigurasi VLAN Routing pada Multi-Layer 3
., H H H :D mumpung libur Brow, posting ini aja, hehe cek it dotUntuk menambah artikel pada kategori cisco, kali ini saya akan memberikan tutorial mengenai cara melakukan konfigurasi InterVLAN pada MLS (Multi-Layer Switching) Cisco. Mungkin sebagian dari anda sudah mengetahui apa sih InterVLAN itu, terlebih apabila anda adalah seorang mahasiswa IT yang telah mendapatkan materi kuliah jaringan.
Wah ternyata artikel saya dikategori ini sangatlah sedikit tepatnya hanya satu artikel . Ok langsung saja tanpa basabasi, InterVLAN adalah suatu cara untuk menghubungan jaringan VLAN yang berbeda agar dapat saling berkomunikasi satu sama lainnya. Sedangkan VLAN sediri merupakan suatu teknologi yang terdapat pada suatu switch yang bertujuan untuk mengsegmentasi secara logik jaringan pada switch sehingga dapat membagi jaringan tersebut ke dalam beberapa broadcast domain berbeda. Dengan pembagian broadcast domain ini diharapkan VLAN dapat memberikan efisiensi penggunaan bandwidth, performance, fleksibilitas dan keamanan pada suatu jaringan. Terdapat beberapa cara untuk melakukan InterVLAN diantaranya sebagai berikut.
- ROAS (Router on a Stick)/Traditional InterVLAN, cara ini yang sering diperkenal pada materi CCNA pada CNAP (Cisco Network Academy Program), dimana untuk menghubungkan VLAN pada L2 switch yang berbeda diperlukan suatu perangkat Layer 3 OSI model seperti Router. Pada cara ini port pada switch yang terhubung langsung pada router haruslah menggunakan mode Trunk dan pada interface router yang terhubung ke swicth dibuat beberapa subinterface dan ip address berserta jenis encapsulationnya sesuai dengan jumlah VLAN yang ingin dihubungkan. Nah kali ini saya tidak akan menggunakan cara ini karena ROAS sudah sangatlah umum ditemui pada materi-materi jaringan komputer terutama CNAP.
- Swicth Layer 3/MLS, cara ini mencoba menggunakan switch teknologi terbaru yang saat ini telah dapat menggabungkan switch dengan beberapa fungsi utama dari perangkat Layer 3 OSI model untuk menghubungakan jaringan yang berbeda dan mencari jalur terbaik dalam pengiriman paket data ke perangkat tujuan. Tujuan penggunaan MLS adalah untuk meningkatkan kinerja komunikasi antar segmen dengan latensi rendah pada jaringan multi-segmen berkecapatan tinggi sehinnga dapat menghidari bottleneck routing.
- 1. Buat 3 group jaringan menggunakan 9 host dan 2 switch MLS dengan minimal 2 host pada setiap groupnya.
- 2. Pastikan setiap host pada 1 group dapat saling berkomunikasi.
- 3. Pastikan setiap host pada suatu group dapat saling berkomunikasi dengan host pada group yang lainnya.
gambar 1
Tahap Konfigurasi
01.SwitchA#configure terminal02. 03.SwitchA(config)#vlan 204. 05.SwitchA(config-vlan)#name "Group 1"06. 07.SwitchA(config-vlan)#exit08. 09.SwitchA(config)#vlan 310. 11.SwitchA(config-vlan)#name "Group 2"12. 13.SwitchA(config-vlan)#exit14. 15.SwitchA(config)#vlan 316. 17.SwitchA(config-vlan)#name "Group 3"18. 19.SwitchA(config-vlan)#exit20. 21.SwitchA(config)#interface fa0/222. 23.SwitchA(config-if)#switchport mode access24. 25.SwitchA(config-if)#switchport access vlan 226. 27.SwitchA(config-if)#interface range fa0/3-428. 29.SwitchA(config-if)#switchport mode access30. 31.SwitchA(config-if)#switchport access vlan 332. 33.SwitchA(config-if)#interface fa0/534. 35.SwitchA(config-if)#switchport mode access36. 37.SwitchA(config-if)#switchport access vlan 438. 39.SwitchA(config-if)#interface fa0/140. 41.SwitchA(config-if)#switchport mode trunk42. 43.SwitchA(config-if)#switchport trunk encapsulation dot1q44. 45.SwitchA(config-if)#interface vlan 246. 47.SwitchA(config-if)#ip address 192.168.2.1 255.255.255.048. 49.SwitchA(config-if)#interface vlan 350. 51.SwitchA(config-if)#ip address 192.168.3.1 255.255.255.052. 53.SwitchA(config-if)#interface vlan 454. 55.SwitchA(config-if)#ip address 192.168.4.1 255.255.255.056. 57.SwitchA(config-if)#exit58. 59.SwitchA(config)#ip routing- 1. Trunk, berfungsi untuk menyediakan akses komunikasi antar VLAN yang sama pada switch yang berbeda-beda.
- 2. Interface Vlan, perintah ini hanya terdapat pada MLS yang berfungsi sebagai gateway dari suatu VLAN untuk menuju ke VLAN yang lainnya.
- 3. IP Routing, perintah ini untuk mengaktifkan fungsi routing pada MLS sehingga dapat meneruskan paket data dari suatu interface gateway yang satu ke interface gateway yang lainnya.
Switch#config t
Switch(config)#vlan 10
Switch(config)#vlan 20
Tahap Ujicoba
- 1. Ping antar host dalam satu group vlan. Contoh ping dari host pada group 1 dengan ip 192.168.2.2 ke host ip 192.168.2.3
- 2. Ping ke host lain pada group vlan yang berberda. Contoh ping dari host group 1 dengan ip 192.168.2.2 ke host 192.168.4.3 pada group 3
gambar 2
Tahap Konfigurasi
SwicthA01.SwitchA#configure terminal02. 03.SwitchA(config)#vlan 204. 05.SwitchA(config-vlan)#name "Group 1"06. 07.SwitchA(config-vlan)#exit08. 09.SwitchA(config)#vlan 310. 11.SwitchA(config-vlan)#name "Group 2"12. 13.SwitchA(config-vlan)#exit14. 15.SwitchA(config)#interface range fa0/2-316. 17.SwitchA(config-if)#switchport mode access18. 19.SwitchA(config-if)#switchport access vlan 220. 21.SwitchA(config-if)#interface range fa0/4-522. 23.SwitchA(config-if)#switchport mode access24. 25.SwitchA(config-if)#switchport access vlan 326. 27.SwitchA(config-if)#interface fa0/128. 29.SwitchA(config-if)#no switchport30. 31.SwitchA(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.25232. 33.SwitchA(config-if)#interface vlan 234. 35.SwitchA(config-if)#ip address 192.168.2.1 255.255.255.036. 37.SwitchA(config-if)#interface vlan 338. 39.SwitchA(config-if)#ip address 192.168.3.1 255.255.255.040. 41.SwitchA(config-if)#exit42. 43.SwitchA(config)#ip routing44. 45.SwitchA(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 192.168.1.201.SwitchB#configure terminal02. 03.SwitchB(config)#vlan 404. 05.SwitchB(config-vlan)#name "Group 3"06. 07.SwitchB(config-vlan)#exit08. 09.SwitchB(config)#interface range fa0/2-610. 11.SwitchB(config-if)#switchport mode access12. 13.SwitchB(config-if)#switchport access vlan 414. 15.SwitchB(config-if)#interface fa0/116. 17.SwitchB(config-if)#no switchport18. 19.SwitchB(config-if)#ip address 192.168.1.2 255.255.255.25220. 21.SwitchB(config-if)#interface vlan 422. 23.SwitchB(config-if)#ip address 192.168.4.1 255.255.255.024. 25.SwitchB(config-if)#exit26. 27.SwitchB(config)#ip routing28. 29.SwitchB(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 192.168.1.1- 1. No Swicthport, pada skenario ini tidak lagi diperlukan trunking karena setiap switch tidak memiliki VLAN yang sama pada setiap switch sehingga untuk meneruskan paket data dari antar VLAN pada switch diperlukan ip address nexthop yang digunakan pada saat routing.
- 2. Interface Vlan, perintah ini hanya terdapat pada MLS yang berfungsi sebagai gateway dari suatu VLAN untuk menuju ke VLAN yang lainnya.
- 3. IP Routing, perintah ini untuk mengaktifkan fungsi routing pada MLS sehingga dapat meneruskan paket data dari suatu interface gateway yang satu ke interface gateway yang lainnya.
- 4. IP Route Default, perintah ini untuk menentukan kemana paket data akan diteruskan bila network dari host tujuan tidak terdapat pada interface switch.
Switch#config t
Switch(config)#vlan 10
Switch(config)#vlan 20
DI Uji BRooow
- 1. Ping antar host dalam satu group vlan. Contoh ping dari host pada group 1 dengan ip 192.168.2.2 ke host ip 192.168.2.3
- 2. Ping ke host lain pada group vlan yang berberda. Contoh ping dari host group 1 dengan ip 192.168.2.2 ke host 192.168.4.2 pada group 3
Demikianlah tutorial saya kali ini . Dan untuk tutorial saya selanjutnya akan lebih membahas ke studi kasus yang tidak dijelaskan pada CNAP baik CCNA ataupun CCNP. Terima kasih.
Sign up here with your email
ConversionConversion EmoticonEmoticon